Cara Riset Keyword Menggunakan KeywordTool.io
Pernahkah kamu menulis artikel yang menurutmu sangat bagus, tetapi sepi pengunjung dari Google? Salah satu alasan utamanya adalah artikel tersebut dibuat tanpa meriset kata kunci (keyword) terlebih dahulu.
Riset kata kunci adalah fondasi utama dari strategi SEO (Search Engine Optimization). Tanpa riset, kita hanya menebak-nebak apa yang dicari oleh pembaca.
Salah satu alat (tool) riset kata kunci gratis yang paling praktis dan kaya akan ide adalah KeywordTool.io. Alat ini memanfaatkan data autocomplete dari Google untuk menampilkan ribuan pencarian nyata yang sering diketik oleh audiens.
Berikut adalah panduan langkah demi langkah cara melakukan riset keyword menggunakan KeywordTool.io!
Mengapa Menggunakan KeywordTool.io?
Sebelum masuk ke tutorialnya, ada beberapa keunggulan KeywordTool.io yang membuatnya sangat disukai oleh blogger dan pemilik website:
-
Gratis dan Tanpa Registrasi: Kamu bisa langsung menggunakannya tanpa perlu membuat akun atau memasukkan kartu kredit.
-
Mendukung Banyak Platform: Tidak hanya untuk Google, tetapi juga YouTube, Bing, Amazon, hingga App Store.
-
Kaya Long-Tail Keyword: Sangat hebat dalam menemukan kata kunci panjang (3–5 kata) yang minim persaingan tetapi memiliki niat pembeli/pembaca yang tinggi.
Langkah-Langkah Riset Keyword dengan KeywordTool.io
1. Akses Situs dan Tentukan Platform Target
Buka peramban (browser) kamu dan kunjungi situs resmi keywordtool.io.
Di bagian atas kolom pencarian, kamu akan melihat beberapa pilihan platform. Sesuaikan dengan media yang sedang kamu kembangkan:
-
Pilih Google jika kamu ingin menulis artikel blog atau website.
-
Pilih YouTube jika kamu sedang meriset judul atau topik video.
2. Atur Lokasi dan Bahasa
Ini adalah bagian penting yang sering terlewat oleh pemula. Pastikan kamu memilih target geografis yang tepat:
-
Target Negara: Pilih Indonesia (atau negara sesuai target pasarmu).
-
Target Bahasa: Pilih Indonesian.
Mengapa ini krusial? Pencarian kata kunci di Indonesia tentu sangat berbeda dengan pencarian di negara lain. Mengatur lokasi memastikan data yang kamu dapatkan relevan.
3. Masukkan Seed Keyword (Kata Kunci Dasar)
Ketikkan kata kunci dasar atau topik umum yang ingin kamu bahas pada kolom pencarian.
-
Contoh: Jika kamu ingin membuat artikel tentang jaringan, ketik
mikrotik. Jika ingin membuat artikel kuliner, ketikresep ayam.
Setelah itu, klik tombol Cari (ikon kaca pembesar) atau tekan Enter.
4. Analisis Hasil Kata Kunci yang Muncul
KeywordTool.io akan menampilkan daftar ratusan ide kata kunci turunan. Untuk mempermudah analisis, manfaatkan tab yang tersedia di bagian atas tabel hasil:
-
All Keywords: Menampilkan semua variasi kata kunci.
-
Questions: Menampilkan kata kunci berbasis pertanyaan (apa, bagaimana, cara, berapa).
-
Prepositions: Menampilkan kata kunci yang menggunakan kata hubung (contoh: mikrotik untuk pemula, mikrotik dengan modem).
5. Gunakan Fitur Filter untuk Menyaring Hasil
Di bilah sebelah kiri, kamu bisa menyaring hasil agar lebih spesifik:
-
Filter Keywords: Masukkan kata wajib. Misalnya, ketik
"cara"jika kamu hanya ingin mencari kata kunci berformat tutorial. -
Negative Keywords: Masukkan kata yang ingin kamu singkirkan dari daftar (misal: singkirkan kata
"bekas"atau"murah"jika tidak relevan).
6. Pilih Kata Kunci Berjenis Long-Tail
Untuk website atau blog yang masih baru, hindari bersaing di kata kunci pendek (1–2 kata) karena tingkat persaingannya sangat berat.
Incarlah Long-Tail Keywords (3–5 kata).
-
❌ Hindari:
Mikrotik(Sangat umum, persaingan tinggi) -
✔️ Pilih:
Cara setting Mikrotik dasar untuk pemula(Spesifik, pencarinya jelas, dan lebih mudah bersaing)
Centang kotak di sebelah kiri kata kunci yang relevan dan ingin kamu gunakan.
7. Salin atau Ekspor Data Kata Kunci
Setelah memilih kata kunci yang potensial:
-
Klik tombol Copy / Export di pojok kanan bawah layar.
-
Pilih Copy to Clipboard untuk langsung menempelkannya (paste) ke Google Docs/Notepad, atau pilih Export to Excel / CSV jika ingin mengunduh filenya.
Kesimpulan
Riset kata kunci menggunakan KeywordTool.io sangatlah praktis dan hemat waktu. Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, kamu tidak perlu lagi bingung menentukan topik artikel atau menebak-nebak apa yang dicari oleh audiensmu di Google. Selamat mencoba dan semoga artikelmu berhasil menembus halaman pertama!