
Cara Upload Website ke Hosting Menggunakan cPanel
Cara Upload Website ke Hosting Menggunakan cPanel
Website yang dibuat di komputer tentu belum bisa langsung diakses oleh orang lain melalui internet. Agar website dapat dibuka secara online, file website perlu dipindahkan ke server hosting yang terhubung dengan domain.
Salah satu cara yang cukup mudah untuk melakukan proses tersebut adalah menggunakan cPanel. Dengan bantuan fitur File Manager, pengguna dapat mengunggah file website langsung melalui browser.
Bagi yang baru pertama kali melakukannya, proses upload mungkin terlihat sedikit membingungkan. Namun jika dilakukan secara berurutan, prosesnya sebenarnya cukup sederhana.
Persiapkan File Website Terlebih Dahulu
Sebelum masuk ke cPanel, pastikan file website sudah siap.
Jika jumlah file cukup banyak, sebaiknya kumpulkan seluruh file tersebut ke dalam satu folder kemudian kompres menjadi file ZIP.
Cara ini membuat proses upload lebih praktis karena pengguna hanya perlu mengunggah satu file, kemudian mengekstraknya di hosting.
Pastikan juga website tidak memiliki file penting yang tertinggal di komputer.
Login ke cPanel
Langkah pertama adalah masuk ke dashboard cPanel menggunakan akun hosting.
Setelah berhasil masuk, pengguna akan melihat berbagai menu untuk mengelola hosting. Cari dan buka File Manager.
Di sinilah file website nantinya akan ditempatkan.
Buka Folder public_html
Setelah File Manager terbuka, cari folder bernama public_html.
Untuk sebagian besar konfigurasi hosting, folder ini merupakan lokasi utama file website pada domain utama.
Jadi, jika website ingin ditampilkan ketika seseorang membuka domain utama, file website perlu ditempatkan pada lokasi yang sesuai di dalam public_html.
Upload File Website
Setelah masuk ke folder yang benar, klik tombol Upload.
Pilih file ZIP website yang sebelumnya sudah disiapkan dari komputer. Tunggu hingga proses upload selesai.
Kecepatan upload bergantung pada ukuran file dan koneksi internet.
Setelah file berhasil diunggah, kembali ke File Manager. Klik file ZIP tersebut dan pilih Extract untuk mengeluarkan seluruh file website.
Perhatikan Lokasi Hasil Extract
Bagian ini cukup penting.
Jangan sampai struktur file menjadi seperti:
public_html → folder-website → index.html
Jika domain diarahkan langsung ke public_html, kondisi tersebut dapat menyebabkan website tidak muncul seperti yang diharapkan.
Pastikan file utama website berada pada lokasi yang benar sesuai konfigurasi domain.
Jika Website Menggunakan Database
Tidak semua website hanya terdiri dari file.
Website seperti WordPress atau aplikasi berbasis PHP dan MySQL biasanya membutuhkan database agar dapat berjalan dengan baik.
Jika menggunakan database, buat database baru melalui menu MySQL Databases pada cPanel.
Setelah itu, buat user database dan berikan hak akses yang sesuai.
Informasi seperti:
- Nama database
- Username database
- Password database
- Host database
kemudian perlu disesuaikan dengan konfigurasi website.
Jika salah memasukkan informasi database, website dapat menampilkan error ketika dibuka.
Hubungkan Domain dengan Hosting
Selain file dan database, domain juga harus diarahkan ke hosting yang digunakan.
Jika domain sudah terhubung dengan hosting dan DNS telah mengarah ke server yang benar, website biasanya dapat diakses melalui nama domain setelah konfigurasi selesai dan perubahan DNS telah diterapkan.
Cek Website Setelah Upload
Setelah semua proses selesai, buka domain melalui browser.
Periksa beberapa bagian penting:
- Apakah halaman utama muncul?
- Apakah gambar tampil dengan benar?
- Apakah menu dapat digunakan?
- Apakah halaman internal dapat dibuka?
- Apakah website menggunakan HTTPS?
- Apakah database berjalan dengan baik?
Jika website tidak muncul, jangan langsung panik. Periksa kembali lokasi file, konfigurasi database, domain, DNS, dan permission file.
Kesimpulan
Upload website menggunakan cPanel sebenarnya tidak terlalu sulit jika dilakukan secara bertahap. Mulai dari menyiapkan file, masuk ke File Manager, mengunggah file ke lokasi yang benar, melakukan ekstraksi, hingga mengatur database jika diperlukan.
Dengan memahami proses tersebut, memindahkan website dari komputer ke hosting dapat dilakukan dengan lebih cepat dan terstruktur.